Premi Asuransi – Pengertian, Jenis, Fungsi & Contoh Premi

Premi Asuransi - Pengertian, Jenis, Fungsi & Contoh Premi

Anda ingin membeli salah satu produk asuransi sebagai jaminan perlindungan atas diri maupun properti yang dimiliki? Sebelumnya, pahami dulu apa itu premi asuransi, pengertian, jenis, fungsi dan contohnya.

Dalam kehidupan sehari-hari mungkin Anda sering mendengar istilah premi asuransi. Atau mungkin Anda pernah ditawari oleh pihak asuransi untuk membeli salah satu produknya, dimana setiap produknya mewajibkan pengguna jasa asuransi untuk membayar sejumlah besar premi. Sebelum memutuskan untuk membeli salah satunya, Anda harus mengenal berbagai istilah yang digunakan dalam asuransi.

Salah satu istilah dasar yang harus Anda ketahui dalam konteks asuransi ini adalah premi. Setiap perusahaan asuransi bisanya menerapkan jumlah premi yang berbeda. Umumnya bergantung pada jenis asuransi beserta polis atau perjanjian yang sudah disepakati sebelumnya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan penjelasan berikut.

Pengertian Premi Asuransi

Pengertian Premi Asuransi
Image Credit: Maxmanroe.com

Salah satu istilah yang wajib diketahui dalam asuransi adalah premi. Premi asuransi ini sendiri merupakan sejumlah biaya yang wajib dibayarkan oleh pengguna produk asuransi dalam jangka atau periode waktu tertentu. Biaya ini merupakan kewajiban dari nasabah asuransi yang juga sekaligus tertanggung dari program asuransi yang didaftarkan.

Premi bisa juga didefinisikan sebagai sejumlah biaya yang dibayarkan oleh tertanggung kepada pihak perusahaan asuransi sebagai bentuk imbalan atas jasa pengalihan kerugian atau resiko yang bisa jadi diderita oleh tertanggung sewaktu-waktu. Jadi, ketika tertanggung mengalami kerugian atau resiko atas suatu hal, maka pihak penanggung yang akan bertanggung jawab, berdasarkan asuransi yang dipilih.

Jumlah premi yang dibayarkan oleh pihak tertanggung kepada pihak penanggung (perusahaan asuransi) umumnya berbeda-beda. Perbedaan jumlah ini disesuaikan dengan mempertimbangkan kondisi tertanggung dan berbagai hal lainnya yang tertulis di dalam perjanjian maupun aturan yang ditetapkan oleh pihak perusahaan asuransi.

Jenis-Jenis Premi Asuransi

Jenis-Jenis Premi Asuransi
Image Credit: Huffingtonpost.com

Jika dilihat berdasarkan cara pembayarannya, jenis premi dibedakan menjadi dua, yaitu premi single premium dan regular premium. Sebelum membeli produk asuransi, jenis-jenis premi inilah yang harus Anda ketahui sehingga nantinya bisa memilih jenis yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.

1. Single Premium

Premi jenis single premium atau premi tunggal ini adalah jenis premi yang hanya dibayarkan satu kali saja. Jenis premi ini dianggap lebih efisien karena nasabah pemilik produk asuransi cukup membayar satu kali.

Karena dibayarkan hanya sekali, tentu saja nilai preminya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jenis premi lainnya. Produk asuransi yang menggunakan jenis premi single ini umumnya merupakan produk asuransi yang lebih mengutamakan perkembangan nilai investasi. Karena itulah nilai investasinya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan produk asuransi lain.

2. Regular Premium

Jenis kedua adalah premi regular. Untuk jenis ini, nasabah bisa memilih pembayaran premi secara berkala namun dengan periode tertentu. Periode pembayaran yang disediakan biasanya bulanan, 3 bulanan, 6 bulan (per semester) bahkan ada pula yang ditawarkan tahunan.

Nasabah harus membayar secara disiplin berdasarkan pilihan pembayaran berkala yang sebelumnya sudah disesuaikan dalam kesepakatan. Hal lain yang membedakan antara premi regular dengan single adalah nilai atau jumlah premi yang harus dibayar relatif lebih terjangkau.

Tak hanya itu saja, untuk jenis ini jumlah premi yang ditanggungkan kepada tertanggung bisa disesuaikan dengan kemampuan tertanggung. Jadi, tidak akan membebani tertanggung. Terlebih lagi, uang pertanggungan pada produk asuransi dengan jenis premi regular ini juga terbilang lebih tinggi dibandingkan jenis premi single.

Fungsi dari Premi Asuransi

Fungsi dari Premi Asuransi
Image Credit: Dealer.com

Setiap nasabah yang membeli produk asuransi diwajibkan membayar premi berdasarkan kemampuan dan kesepakatan yang sudah dibuat sebelumnya dengan pihak perusahaan asuransi. Bukannya tanpa sebab pembayaran premi ini dilakukan.

Membayar premi memiliki fungsi tertentu, terutama bagi tertanggung atau orang yang membeli produk asuransi. Oleh karena itu, berikut ini adalah fungsi pembayaran premi asuransi yang Anda bayarkan sebagai nasabah pengguna produk asuransi.

1. Mengembalikan Kondisi Tertanggung

Fungsi utama dari pembayaran premi asuransi adalah untuk mengembalikan kondisi tertanggung yang sedang mengalami kerugian finansial akibat musibah atau hal lainnya ke kondisi semula. Pada dasarnya dengan membeli produk asuransi lalu membayar premi secara berkala, Anda sudah mendapatkan fungsi ini.

Hal tersebut sebagaimana fungsi dari program asuransi itu sendiri, dimana dengan mengikuti program asuransi, Anda akan terjamin secara finansial, terutama ketika sedang mengalami musibah. Jaminan finansial ini pada dasarnya tergantung pada produk asuransi apa yang Anda pilih.

Namun secara umum, dengan membayar premi, ketika Anda mengalami kerugian atau kebangkrutan akibat suatu hal yang tidak terduga, kondisi akan bisa kembali seperti semula. Maka dari itu, membeli produk asuransi adalah sebuah pilihan bijak untuk masa depan.

2. Mengganti Kerugian yang Dialami Nasabah

Fungsi selanjutnya dari membayar premi asuransi adalah untuk mengganti kerugian yang mungkin dialami oleh nasabah. Fungsi ini pada dasarnya mirip dengan bank. Nasabah pengguna produk asuransi saat membayar premi sebenarnya sedang menyetorkan uang dengan tujuan untuk melindungi apa yang didaftarkan dalam asuransi tersebut.

Saat satu pengguna produk asuransi dengan pengguna produk lain yang memiliki resiko yang sama preminya dikumpulkan, maka jumlahnya tentu menjadi lebih besar lagi. Inilah yang nantinya oleh penanggung (perusahaan asuransi) gunakan untuk mengganti kerugian yang dialami oleh tertanggung.

Namun, untuk mengambil uang tersebut tidak bisa diambil sewaktu-waktu atau kapanpun saat nasabah mau. Uang tersebut hanya bisa diambil setelah nasabah membuat klaim. Pembuatan klaim ini pun melalui proses dan prosedur yang ditentukan oleh pihak asuransi.

3. Mendapatkan Pemerataan Biaya

Membayar premi asuransi atas produk asuransi yang Anda pilih juga berfungsi untuk mendapatkan pemerataan biaya. Maksudnya, ketika Anda mengalami musibah kemudian mengalami kerugian secara finansial, Anda tidak perlu lagi membayar kerugian tersebut secara pribadi.

Kerugian yang Anda alami ini akan ditanggung oleh pihak asuransi. Namun syaratnya, kerugian atas musibah yang Anda alami juga harus sesuai dengan jenis asuransi yang Anda daftarkan dimana Anda juga membayar biaya premi secara berkala.

4. Mendapatkan Jaminan Perlindungan

Selain mengembalikan kondisi ke keadaan semula, membayar premi asuransi juga memberikan manfaat berupa jaminan perlindungan untuk Anda. Dengan membayar premi sesuai dengan jenis asuransi yang Anda daftarkan akan memberikan perlindungan atas berbagai resiko yang mungkin Anda alami.

Musibah atau hal-hal yang tidak diinginkan bisa terjadi kepada siapa saja dan kapan saja. Ketika mengalami musibah atau hal-hal yang tidak diinginkan ini sewaktu-waktu, Anda tentu harus siap dengan resiko yang harus Anda hadapi, terutama dalam hal finansial.

Jika tidak memiliki jaminan perlindungan sejak awal, saat mengalami musibah atau hal-hal yang tidak diinginkan ini, Anda mungkin akan mengalami kesulitan. Namun, hal tersebut tidak akan terjadi jika Anda membeli produk asuransi dan membayar premi secara berkala. Dengan begitu Anda akan mendapatkan jaminan perlindungan atas hal-hal yang tidak diinginkan tersebut.

Sekali lagi, jaminan perlindungan yang Anda dapatkan ini juga sesuai dengan jenis asuransi yang Anda daftarkan. Misalnya, jenis asuransi kesehatan, maka Anda akan mendapatkan jaminan atas resiko yang berkaitan dengan kesehatan Anda, serta berbagai contoh lainnya.

Contoh Premi Asuransi

Contoh Premi Asuransi
Image Credit: Chirpstory.com

Sekarang Anda sudah mengetahui tentang apa itu premi asuransi jenis dan fungsi membayar premi ini. Selanjutnya Anda juga harus tahu apa saja contoh premi yang harus dibayarkan oleh pemilik produk asuransi.

Pada dasarnya, contoh premi ini sangat beragam tergantung pada produk asuransi apa yang Anda pilih. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa contoh premi yang harus Anda ketahui.

1. Premi Asuransi Kesehatan

Contoh premi yang pertama adalah premi asuransi kesehatan yang harus Anda bayarkan sebagai pemilik produk asuransi kesehatan. Premi ini adalah jenis investasi yang Anda bayarkan untuk mendapatkan perlindungan terhadap kesehatan Anda.

Apabila Anda memilih jenis asuransi kesehatan, maka Anda harus membayar kewajiban untuk premi ini. Dengan begitu, jika Anda membayar premi kesehatan ini, Anda akan mendapatkan pertanggungan atas biaya pengobatan jika sewaktu-waktu Anda mengalami kondisi sakit dan harus mendapatkan perawatan secara intensif.

Jika dihitung secara matematis, membayar premi secara berdasarkan ketetapan yang ditemukan oleh pihak asuransi, biasanya dibayarkan setiap bulan, cenderung lebih terjangkau dibandingkan dengan membayar biaya pengobatan secara langsung saat Anda sedang sakit. Membayar premi asuransi kesehatan cenderung tetap jumlahnya setiap bulan.

Berbeda dengan jika Anda harus membayar biaya pengobatan dan perawatan sekaligus saat sedang sakit. Selain nominal biaya perawatan yang tidak bisa diprediksi, biaya pengobatan juga cenderung selalu naik setiap saat. Jadi, membayar premi setiap bulan terhitung lebih ringan dan terjangkau.

2. Premi Asuransi Jiwa

Contoh premi selanjutnya adalah premi asuransi jiwa. Premi ini harus dibayarkan oleh nasabah yang membeli jenis produk asuransi jiwa. Sama seperti contoh premi sebelumnya, premi untuk asuransi ini umumnya juga dibayarkan secara berkala tergantung kesepakatan atau perjanjian yang sudah dibuat dengan pihak asuransi sebelumnya.

Dengan membayar premi dari pertanggungan jiwa maka, Anda sebagai pemegang polis akan mendapatkan perlindungan jiwa. Maksudnya, perlindungan yang diberikan adalah dalam bentuk perlindungan finansial yang nantinya diberikan kepada keluarga tertanggung, apabila seseorang yang menjadi tertanggung meninggal dunia.

Contoh premi ini juga merupakan salah satu yang paling sering dipilih oleh nasabah. Hal tersebut karena berbagai pertimbangan, seperti pertimbangan bahwa musibah bisa menimpa siapa saja dan kapan saja tanpa diketahui sebelumnya.

Produk asuransi kesehatan ini biasanya dipilih oleh tertanggung yang berperan sebagai pencari nafkah di dalam keluarga. Jadi, nantinya ketika ada hal-hal yang tidak diinginkan terhadap tertanggung, pihak tertanggung yang membayar premi setiap bulan tidak perlu mengkhawatirkan kondisi finansial keluarga yang ditinggalkan.

3. Premi Asuransi Perjalanan

Contoh selanjutnya adalah premi asuransi perjalanan. Premi ini dibayarkan oleh seseorang yang membeli produk asuransi perjalanan. Dengan membayar premi ini, maka Anda sebagai tertanggung akan mendapatkan jaminan perlindungan finansial selama Anda pemegang polis melakukan perjalanan, baik urusan bisnis maupun wisata.

Contoh premi ini sangat cocok dipilih oleh Anda yang pekerjaannya tidak bisa dilepaskan dari melakukan perjalanan, baik perjalanan domestik maupun mancanegara. Sebagai informasi tambahan, premi yang dibayarkan pun masih dibagi menjadi dua jenis, yaitu premi untuk perjalanan domestik dan premi untuk perjalanan luar negeri.

4. Premi Asuransi Properti

Seperti namanya, contoh premi ini dibayarkan agar pemegang polis mendapatkan jaminan perlindungan terhadap properti yang didaftarkannya. Jadi pemilik asuransi ini harus membayar premi secara berkala agar propertinya mendapatkan perlindungan atas berbagai resiko yang tidak diinginkan.

Resiko yang disyaratkan dalam polis asuransi ini pun sangat beragam. Misalnya resiko terjadi kerusakan properti akibat bencana alam, contohnya banjir atau resiko lainnya. Jadi, yang didaftarkan pada jenis asuransi ini adalah properti yang dimiliki.

Premi Asuransi Properti
Image Credit: Pssnidhi.com

5. Premi Asuransi Kecelakaan Diri

Berikutnya adalah contoh premi yang dibayarkan untuk memberikan perlindungan apabila mengalami kecelakaan. Contoh premi ini adalah premi yang dibayarkan oleh nasabah atau pemilik produk asuransi apabila sewaktu-waktu pemilik produk asuransi mengalami kecelakaan diri. Dengan membayar premi asuransi ini, maka pemegang polis mendapatkan jaminan.

Sesuai namanya, jaminan yang diberikan adalah jaminan untuk menanggung semua resiko yang dialami oleh pemegang polis apabila pemegang polis mengalami kecelakaan sewaktu-waktu. Jenis premi ini bisa menjadi pilihan investasi masa depan, sebab saat ini keluar rumah dengan kendaraan adalah sebuah kebutuhan.

Pertanggung jawaban yang diberikan atas resiko kecelakaan pada pemegang polis asuransi ini adalah tambahan biaya pengobatan terhadap pemegang polis apabila mengalami kecelakaan. Asuransi ini dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu asuransi kecelakaan motor dan asuransi saat liburan.

6. Premi Asuransi Kendaraan

Contoh premi asuransi ini dibayarkan oleh pemilik asuransi yang mendaftarkan kendaraan pribadi yang dimilikinya. Biasanya pemilik asuransi yang mendaftar pada jenis asuransi ini adalah pemilik kendaraan-kendaraan mewah.

Premi jenis auransi ini dibayarkan oleh pemilik produk asuransi kendaraan untuk memberikan perlindungan terhadap kendaraannya. Premi yang dibayarkan pun dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu premi untuk asuransi all risk atau comprehensive dan premi yang dibayarkan untuk Total Loss Only (TLO).

Kedua premi tersebut dibayarkan dengan tujuan yang berbeda. Premi atas asuransi all risk misalnya, merupakan premi yang dibayarkan apabila pemilik memilih produk asuransi all risk. Artinya produk asuransi tersebut menjamin kerugian untuk mengganti sebagian ataupun secara keseluruhan.

Sementara itu, premi atas asuransi Total Loss Only adalah premi yang dibayarkan oleh pemegang program asuransi yang menjamin pemegang polis untuk mengganti kerugian atas kendaraan bermotor sebesar 75% apabila terjadi kerusakan. Keduanya sama-sama memberikan jaminan perlindungan terhadap kendaraan bermotor pemimpin produk asuransi.

Hal lain yang harus Anda ketahui tentang premi ini sebelum memutuskan untuk membeli salah satu produk asuransi adalah tentang besarnya jumlah premi yang harus dibayar oleh pemilik produk asuransi. Sebagaimana yang sudah sedikit disinggung sebelumnya, jumlah premi yang harus dibayar oleh pemegang asuransi berbeda-beda setiap orang.

Jumlah premi yang dibebankan kepada tertanggung oleh perusahaan asuransi sebagai penanggung ini berbeda-beda tergantung kondisi tertanggung serta kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. Namun secara umum, perbedaan jumlah premi yang harus dibayar ini ditentukan berdasarkan faktor internal dan eksternal.

Faktor eksternal yang mempengaruhi bisa karena peraturan perundangan yang berlaku, kondisi ekonomi maupun kondisi persaingan dengan perusahaan asuransi lainnya. Sedangkan faktor internalnya adalah berdasarkan hal-hal internal yang berkaitan dengan asuransi itu sendiri.

Nah, demikian tadi penjelasan lengkap tentang apa itu premi asuransi, mulai dari pengertian, jenis, fungsi contoh dan faktor-faktor yang menyebabkan jumlah premi yang dibayarkan berbeda. Semoga dengan penjelasan ini dapat menjadi referensi sebelum Anda memilih membeli salah satu produk asuransi yang ditawarkan kepada Anda.