8 Faktor Penyebab Fluktuasi (Naik Turun) Harga Emas di Pasaran

Penyebab Naik Turun Harga Emas

Harga emas tidak pernah stabil, kadang turun dan kadang naik. Apa saja yang bisa mempengaruhi hal ini? Inilah beberapa faktor penyebab fluktuasi harga emas yang perlu diketahui.

Apakah Anda sudah cek harga emas untuk hari ini? Anda yang mempunyai rencana untuk menjual atau membeli emas, alangkah baiknya jika memeriksa terlebih dahulu perkembangan terkini dari nilai emas di pasaran. Mengingat harga yang selalu berubah-ubah per gramnya, jadi sayang jika Anda membeli emas ketika harganya sedang naik atau menjual ketika harganya sedang turun.

Oleh sebab itu, ada kalanya jika Anda mengetahui apa yang menjadi penyebab harga emas hari ini naik ataupun turun. Jika Anda mengetahui faktor penyebabnya, pasti Anda bisa memprediksi harga dengan lebih mudah. Setidaknya ada 8 faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga emas di pasaran. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

1. Cadangan Bank Sentral

Cadangan Bank Sentral
Image Credit: Angkaberita.id

Perlu Anda ketahui jika bank sentral memegang peran penting dalam naik turunnya harga emas. Hal ini disebabkan karena peran bank sentral sebagai pemegang emas sebagai cadangan sekaligus mata uang kertas. Cadangan emas yang dimiliki bank sentral tentunya akan mempengaruhi harga yang ditawarkan di pasaran.

Apalagi jika bank sentral melakukan pembelian emas yang lebih besar dibandingkan dengan emas yang mereka jual. Dengan melakukan pembelian emas yang lebih besar dari penjualan membuat harga emas semakin naik. Hal ini juga dinamakan dengan diversifikasi atau menjauhnya bank sentral dari mata uang kertas dan lebih memilih emas.

Untuk Anda ketahui, negara-negara besar di dunia sebagian besar memiliki cadangan devisa berupa emas. Negara-negara tersebut diantaranya Amerika Serikat, Portugal, Italia, Jerman, Prancing dan masih banyak lainnya. Tidak hanya itu, negara besar Asia seperti China dan Jepang juga sangat tertarik dengan emas sebagai cadangan devisa negara mereka.

Dengan adanya cadangan devisa emas yang semakin membesar serta laju perekonomian yang semakin pesat membuat bank sentral mengambil keputusan untuk mengurangi jumlah emas yang dimilikinya. Pasalnya emas merupakan aset mati, berbeda dengan obligasi ataupun uang di rekening deposito.

2. Produksi Emas

Produksi emas dunia sudah pasti mempengaruhi naik turunnya harga emas di pasaran. Hal ini tentu saja dipengaruhi adanya permintaan dan penawaran. Semakin banyak permintaan, para produsen emas tentu semakin gencar memproduksi emas. Negara-negara besar produsen emas dunia diantaranya Rusia, Amerika Serikat, China, Afrika Selatan, Australia dan lain-lain.

Sejak awal milenium baru atau awal tahun 2000, produksi tambang emas dunia mengalami penurunan yang cukup signifikan. Baru pada tahun 2010, para produsen emas besar dunia mulai kembali beroperasi sehingga produksi emas lambat laun mulai merangkak naik. Tercatat, pada 2010 silam produksi emas meningkat sekitar 2.600 ton atau meningkat sekitar 3 %.

Namun, saat ini menambang emas bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Hampir sebagian besar cadangan emas yang ‘mudah’ untuk ditambang sudah diambil. Sehingga kini tinggal menyisakan cadangan emas yang cukup sulit untuk diambil. Para penambang harus mengambil emas jauh di dalam perut bumi.

Untuk bisa mengambil emas yang jauh di dalam perut bumi tentu memiliki banyak resiko yang dipertaruhkan. Salah satu resikonya tentu saja keselamatan para penambang. Dengan semakin sulitnya mengambil emas, maka biaya untuk produksi emas pun semakin tinggi. Dengan semakin tinggi biaya produksi, tentu hal ini membuat harga emas semakin naik.

3. Perubahan Kurs

Perubahan Kurs
Image Credit: Paramadina.ac.id

Untuk diketahui, emas bergerak secara berlawanan terhadap mata uang dollar AS. Pasalnya, emas yang ada di dunia sebagian besar diperdagangkan dengan mata uang dolla AS. Jadi, ketika nilai dollar naik maka harga emas pun ikut naik. Disisi lain, dengan harga yang tinggi maka aksi jual emas pun akan semakin meningkat yang nantinya membuat harga kembali menurun.

Akan tetapi, jika kurs dollar AS mengalami pelemahan, maka hal ini akan mendorong harga emas menjadi lebih mahal. Mahalnya nilai emas akan dimanfaatkan para investor untuk melepas dolar dan memilih berinvestasi pada emas. Pasalnya, emas dinilai mampu melindungi dan menjaga nilai aset meski digerus oleh uang kertas.

Sedangkan naik turunnya kurs mata uang bisa dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor tersebut diantaranya kondisi ekonomi dan politik dunia. Sebagai contoh, ketika terjadi sebuah ketidakpastian ekonomi yang mengakibatkan resesi secara global maka akan membuat kurs dollar AS semakin melemah. Begitu juga dengan gejolak politik di dunia yang berimbas pada naik turunnya kurs dollar.

4. Laju Inflasi yang Tak Terkendali

Laju inflasi yang tinggi dapat membuat harga-harga barang semakin meroket, sehingga inflasi yang tak terkendali akan membuat harga suatu emas semakin mahal. Hal tersebut dikarenakan saat inflasi mulai tinggi, masyarakat tidak akan mau menyimpan uang yang mereka miliki dengan berbentuk uang.

Sebagai contoh, masyarakat lebih memilih berinvestasi emas yang harganya cenderung jauh lebih stabil dan lebih aman ketika terjadi inflasi. Karena jika emas diburu, permintaan meningkat pesat sehingga harga logam mulia akan meningkat pula.

Berbeda dengan emas, meskipun harga barang naik, nilai uang justru mengalami penurunan. Maka dari itu, orang-orang lebih memilih untuk menyimpan aset mereka dalam bentuk lain selain uang. Salah satu aset yang banyak dipilih untuk menyelamatkan aset adalah emas batangan.

Selain harganya yang terus meroket naik, emas batangan pun mempunyai nilai intrinsik yang tetap membuatnya memiliki harga tinggi sampai kapan pun. Karena semakin tinggi permintaan membuat harga emas semakin melambung tinggi.

5. Suku Bunga

Suku Bunga
Image Credit: Harianhaluan.com

Kenaikan suku bunga juga bisa mempengaruhi fluktuasi harga emas di pasaran. Jika suku bunga sedang naik, maka investor akan lebih memilih menyimpan uangnya dalam bentuk deposito ketimbang berinvestasi ke emas. Sebaliknya jika suku bunga rendah atau turun maka cenderung membuat harga emas naik karena tingginya permintaan pasar.

Perlu diketahui, investasi emas tidaklah mendapatkan keuntungan berupa bunga seperti deposito. Suku bunga yang tinggi akan membuat orang-orang berbondong-bondong menginvestasikan uang mereka dalam bentuk deposito. Iming-iming bunga yang tinggi tentu menjadi alasan mengapa para investor memilih investasi ini.

Berbeda dengan deposito, keuntungan investasi emas diperoleh dari fluktuasi harga emas. Semakin tinggi harganya maka keuntungan pun akan semakin tinggi. Namun sebaliknya, jika harga turun, tentu pemilik akan mengalami kerugian jika terpaksa harus menjual emasnya saat harganya anjlok.

6. Situasi Politik Dunia

Situasi Politik Dunia
Image Credit: Daftaristilahaz.blogspot.com

Tidak bisa dipungkiri, situasi politik dunia sangat mempengaruhi naik turunnya harga emas. Situasi politik yang memanas akan menimbulkan banyak gejolak yang berimbas pada berbagai sektor, salah satunya yakni nilai emas.

Sebagai contoh yakni terjadi di tahun 2002 hingga 2003 dimana terjadi konflik yang cukup sengit di Timur Tengah. Saat itu, Amerika dan Sekutunya menginvasi Irak yang saat itu dipimpin Saddam Husein. Gejolak di Timur Tengah ini pun berimbas pada kenaikan harga dari logam mulia ini.

Harga emas di pasar global meroket karena banyak investor beralih dari pasar uang dan saham menuju logam mulia menyebabkan permintaan emas meningkat drastis. Hal tersebut bisa terjadi karena keadaan global yang semakin tidak menentu yang membuat masyarakat panik. Masyarakat lebih mengamankan uangnya untuk menghadapi masa-masa sulit tersebut. Salah satu cara untuk melindungi aset yang dimiliki yakni dengan menyimpannya dalam bentuk emas batangan.

7. Permintaan dan Penawaran

Faktor demand dan supply atau penawaran dan permintaan akan emas bisa menjadi salah satu hal yang mempengaruhi naik turunnya harga emas. Sama seperti halnya harga barang lainnya dimana saat peminatnya semakin tinggi maka harga barang tersebut juga akan menjadi semakin mahal.

Akan terjadi sebaliknya jika jumlah peminatnya turun, maka harga pun juga akan ikut turun. Hal ini berlaku untuk semua harga emas. Sebagai info dari permintaan terhadap emas batangan yang tidak hanya datang dari masyarakat biasa saja.

Negara-negara yang ada di penjuru dunia melalui bank sentral mereka melakukan banyak monopoli terhadap pembelian emas sehingga harga dapat mengalami kenaikan. Disamping itu permintaan yang terus mengalami peningkatan, ketersediaan emas juga bisa saja semakin berkurang dari waktu ke waktu.

8. Perhiasan Industri

Perhiasan Industri
Image Credit: Pojoksatu.id

Emas tidak hanya berharga sebagai investasi saja, melainkan emas juga biasa digunakan untuk industri dan perhiasan. Lebih dari setengah permintaan emas berpatokan pada perhiasan. Tidak sekedar berinvestasi, emas perhiasan juga digunakan sebagai gaya hidup yang bisa menunjukan strata sosial mereka di masyarakat.

Selain sebagai perhiasan, 12% permintaan emas biasa digunakan untuk kebutuhan industri. Seperti digunakan untuk perangkat komputer, perangkat medis, elektronik dan lain sebagainya. Hal inilah yang turut serta mempengaruhi fluktuasi harga yang terjadi.

Itulah beberapa faktor yang menyebabkan naik turunnya harga emas di pasaran. Untuk mengetahui fluktuasi nilai emas, sebaiknya Anda harus mengikuti perkembangan dari keadaan global saat ini. Hal apa yang menjadi isu terkini yang sangat berpengaruh terhadap harga emas di pasaran.