Cara Pengajuan Kredit Tanpa Agunan (KTA) Bank BCA

Cara Pengajuan Kredit Tanpa Agunan (KTA) Bank BCA

Kredit tanpa agunan (KTA) merupakan pinjaman yang diperuntukan untuk nasabah dalam memenuhi kebutuhannya, utamanya memudahkan mendapatkan tambahan modal. Inilah cara jitu pengajuan KTA Bank BCA yang berpeluang disetujui.

Kebutuhan yang mendesak akan membuat seseorang berpikir untuk dapat mendapatkan dana tambahan agar bisa memenuhi kebutuhannya. Keberadaan Bank yang menawarkan kredit tanpa agunan (KTA) dapat menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan bagi sebagian orang.

Di Indonesia banyak sekali Bank yang menawarkan jasanya untuk meminjamkan sejumlah uang untuk para nasabahnya, dan banyak juga yang menawarkannya dengan menggunakan jasa kredit tanpa agunan (KTA) seperti yang ditawarkan oleh Bank Central Asia (BCA).

Beberapa produk KTA yang ditawarkan BCA diantaranya adalah KTA BCA Personal Loan yang ditawarkan untuk semua nasabah yang akan meminjam dana tanpa menggunakan agunan dan KTA BCA Personal Loan Payroll yang ditujukan untuk karyawan yang sistem gajinya menggunakan jasa bank BCA.

Beberapa cara yang dapat mempermudah Anda untuk mendapatkan pinjaman KTA dari bank BCA adalah sebagai berikut.

1. Tidak Mengambil Pinjaman Melebihi Rasio Plafon Maksimal

Tidak Mengambil Pinjaman Melebihi Rasio Plafon Maksimal
Image Credit: Cekaja.com

Setiap bank akan melihat rasio plafon kredit seseorang sebelum menyetujui untuk memberikan dana pinjaman. Karena rasio kredit merupakan salah satu hal yang penting untuk semua bank.

Jika akan mengajukan pinjaman kredit tanpa agunan (KTA) di bank BCA sebaiknya Anda memperhatikan berapa jumlah rasio plafon maksimal yang sudah ditentukan oleh pihak bank. Rasio plafon maksimal ini yang akan menentukan apakah pengajuan pinjaman Anda diterima atau ditolak.

Bank BCA sudah menentukan rasio plafon maksimal kepada setiap calon nasabahnya, yaitu sebanyak empat kali take home pay (THP). Jadi jika Anda memiliki gaji sebesar Rp 6 juta, maka besaran pinjaman yang akan Anda dapatkan yaitu maksimal Rp 24 juta.

Rasio plafon ini terlihat sangat sederhana, namun masih banyak calon nasabah yang belum memahaminya. Sehingga mereka mengajukan pinjaman yang melebihi jumlah plafon maksimal yang berakibat ditolaknya pengajuan dana dari para calon nasabah.

Jika didefinisikan, rasiio plafon kredit adalah perbandingan antara gaji dengan jumlah cicilan yang harus dibayarkan nasabah tersebut nantinya. Melalui rasio plafon ini bank akan melihat kemampuan keuangan calon nasabah. Rasio plafon yang disarankan sebaiknya tidak lebih dari 40% dari semua total penghasilan.

Setiap bank memiliki kebijakan dalam menentukan nilai plafon maksimal untuk calon nasabahnya. Namun bank memiliki batas aman yaitu kurang dari 30 % dari penghasilan calon nasabahnya. Semakin kecil rasio plafon yang diajukan akan semakin besar peluang calon nasabah untuk mendapatkan pinjaman.

2. Memilih Besaran Pinjaman dan Tenor yang Sesuai

Memilih Besaran Pinjaman dan Tenor yang Sesuai
Image Credit: Kreditpedia.net

Tenor pinjaman sangat berpengaruh pada banyaknya besaran bunga yang harus Anda bayarkan. Semakin lama tenor yang Anda ambil maka besarnya bunga yang harus Anda bayarkan jumlahnya akan lebih banyak.

Memilih besaran pinjaman juga sangat menentukan apakah pengajuan Anda akan diterima atau ditolak. Besaran rasio cicilan yang harus dibayarkan adalah 30 persen dari gaji. Lebih dari itu pasti pengajuan Anda akan ditolak oleh pihak bank BCA.

Anda dapat menghitungnya terlebih dahulu sebelum Anda menentukan besarnya rasio pinjaman Anda. Misalkan Anda memiliki gaji sebanyak Rp 6 juta maka besarnya biaya cicilan yang yang bisa Anda ajukan adalah sebanyak Rp 1,8 juta.

3. Memastikan Riwayat Cicilan Anda Sebelumnya

Memastikan Riwayat Cicilan Anda Sebelumnya
Image Credit: Idcloudhost.com

Bank memiliki kualifikasi khusus dalam menilai kolektibilitas calon nasabahnya. Semua bank tanpa terkecuali bank BCA akan melihat bagaimana riwayat kredit Anda sebelumnya. Sehingga penting untuk Anda memastikan kolektibilitas Anda dalam keadaan baik dan tidak pernah bermasalah.

Bank BCA akan melihat jika sebelumnya Anda pernah melakukan cicilan kredit yang macet atau ada cicilan yang belum dibayarkan dari bank sebelumnya. Hal ini dapat menjadi alasan ditolaknya pengajuan kredit tanpa agunan Anda di bank BCA.

Sebaiknya jika Anda akan melakukan pengajuan permohonan pembiayaan kredit tanpa agunan di bank BCA Anda harus menyelesaikan semua permasalahan Anda sebelumnya. Anda bisa memastikan kolektibiltas Anda paling tidak selama tiga bulan terakhir.

Namun, bagi Anda yang merasa memiliki kolektibiltas bank yang baik Anda juga tidak bisa merasa aman, karena walaupun seorang calon nasabah tersebut tidak memiliki hutang sebelumnya atau tidak memiliki riwayat kredit yang macet, bisa saja permohonan pengajuannya tetap ditolak.

Untuk calon nasabah yang memiliki kolektibiltas bank yang baik namun masih ditolak, kemungkinan bank menghitung potensi bisnis dari nasabah kecil, sehingga bank menyimpulkan akan terjadi kredit macet atau gagal bayar setelah pengajuan kredit disetujui oleh pihak bank.

Analisa yang benar dari sebuah lembaga bank akan mengurangi resiko kredit macet atau gagal bayar di Indonesia. Masalah kredit macet bukan hanya akan merugikan pihak bank, tetapi juga akan merugikan nasabah karena nasabah akan di blacklist dari bank Indonesia.

Nasabah yang mendapatkan blacklist dari Bank Indonesia tidak akan bisa melakukan pengajuan pinjaman kepada bank manapun. Lebih jauh lagi dampak dari diblacklisnya nasabah akan merugikan pihak bank dan jika dalam jumlah besar akan berpengaruh pada perekonomian negara Indonesia.

Cara kerja analis bank dalam menilai riwayat atau kolektibilitas nasabah adalah dengan menerapakan prinsip 5C yang meliputi Character, Capacity, capital, Condition, Collateral. Detilnya adalah sebagai berikut:

  • Character (Watak)

Seorang analis di sebuah bank akan menilai karakter dari calon nasabahnya dengan mengumpulkan informasi dari referensi nasabah tersebut dari bank-bank lain. karakter yang dinilai adalah perilaku, kejujuran nasabah, pergaulan, dan ketaatan nasabah tersebut dalam melakukan transaksi di bank-bank sebelumnya.

  • Capacity (Kemampuan)

Kemampuan calon nasabah dapat dilihat dari jumlah penghasilan yang didapatkan nasabah dalam setiap bulannya. Seorang analis disebuah bank harus bisa memastikan sumber-sumber dana yang pasti dari calon nasabahnya agar nasabah tersebut mampu membayar kewajibannya.

  • Capital (Modal)

Dalam hal ini yang dilihat dari calon nasabah adalah aset apa saja yang dimiliki oleh calon nasabah. Kepemilikan aset dapat diketahui dari neraca lajur perusahaan calon nasabah, atau dapat juga dengan melihat hasil survei kekayaan yang dimiliki calon nasabah.

Pada prinsipnya, sebuah bank tidak akan memberikan pinjaman kepada nasabah yang tidak memiliki modal sebelumnya atau nasabah tersebut memiliki kekayaan yang minim.

  • Condition (Kondisi)

Penilaian terhadap aspek kondisi ini meliputi analisis terhadap variabel makro yang melingkupi variabel regional nasional maupun internasional. Dalam hal ini yang menjadi pokok bahasan utama adalah variabel ekonominya.

  • Collateral (Jaminan)

Jaminan menjadi solusi terakhir yang diajukan oleh pihak bank jika suatu saat terjadi masalah pembayaran pelunasan pinjaman atau terjadi gagal bayar oleh nasabah. Nilai yang ditawarkan pihak bank biasanya maksimal 75% dari nilai transaksi jaminan kredit.

4. Memiliki Buku Rekening BCA atau Kartu Kredit BCA

Kartu Kredit BCA
Image Credit: Bukalapak.com

Hal selanjutnya yang harus Anda lakukan sebelum melakukan pengajuan pinjaman kredit tanpa agunan (KTA) di bank BCA adalah membuat rekening atau kartu kredit BCA jika Anda belum memilikinya. Hal ini akan memudahkan pihak bank melihat histori atau cash flow Anda sebelumnya.

Angka-angka tertera di rekening payroll akan menjadi bahan pertimbangan pihak bank BCA untuk mengetahui apakah pengajuan pinjaman Anda layak atau tidak untuk disetujui.

Jika Anda belum memiliki buku rekening BCA Anda dapat dengan mudah membuatnya. Anda bisa membuatnya dengan cara online menggunakan smartphone yang Anda miliki.

Anda hanya harus melengkapi dokumen yang harus disiapkan seperti KTP, alamat e-mail yang aktif, foto e-KTP dan tanda tangan (gambar harus jelas dengan pencahyaan yang cukup dan gambar tidak terpotong), foto wajah (selfi).

Setelah persyaratan itu lengkap, data Anda akan diverifikasi ulang melalui video call dengan customor cervis hallo BCA. Sebelum melakukan video call siapkan e-KTP karena customer cervis akan melakukan konfirmasi data yang sudah Anda berikan.

Video call dilaksanakan setiap hari, tidak ada hari libur baik pada tanggal merah maupun pada saat libur nasional. Jam kerja pukul 06.00 s/d 20.00. jika Anda akan menunda waktu video call ada batas waktu yaitu 7 hari. Caranya adalah dengan klik “lain waktu’ atau “Log Out” (di kanan atas).

5. Memenuhi Syarat yang Diminta Pihak Bank

Memenuhi Syarat yang Diminta Pihak Bank
Image Credit: Lifepal.co.id

Beberapa syarat yang harus Anda perhatikan agar pengajuan pinjaman kredit tanpa agunan (KTA) BCA Anda diterima antara lain:

  • Warga Negara Indonesia (WNI)

Syarat utama agar Anda dapat mendapatkan kredit tanpa agunan (KTA) di bank BCA ini adalah Anda merupakan Warga Negara Indonesia. WNI yang berdomisili di Indonesia terutama yang ada di Jabodetabek, Semarang, Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Medan, Batam, Palembang, Bali, dan Makassar.

  • Nasabah Merupakan Pemegang Kartu BCA

Calon nasabah harus memiliki kartu kredit BCA yang aktif selama 1 tahun. Pilihlah kartu kredit BCA yang dapat Anda gunakan untuk mendapatkan keuntungan yang menarik. Banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan ketika Anda memiliki kartu kredit bank BCA.

  • Bekerja Dengan Masa Minimum 2 Tahun

Calon nasabah yang akan mengajukan pinjaman kredit tanpa agunan (KTA) BCA harus merupakan karyawan tetap atau wiraswasta yang sudah bekerja paling lama minimal 2 tahun.

  • Penghasilan Minimal Nasabah

Nasabah harus memiliki penghasilan minimal Rp 2.500.000/bulan untuk yang berdomisili di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, dan Batam. Sedangkan minimum Rp 2.000.000 untuk wilayah lainnya.

  • Usia Pemohon

Berusia minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun (usia maksimal saat pelunasan Kredit Tanpa agunan (KTA) BCA

  • Memiliki Dokumen Pendukung

Dokumen yang harus Anda siapkan ketika mengajukan kredit tanpa agunan (KTA) di bank BCA adalah:

  1. Foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  2. Formulir aplikasi dari bank BCA
  3. Foto kopi akta pendirian / SIUP / TDP bagi wirausaha
  4. Foto kopi surat izin profesi untuk profesional
  5. Slip gaji terakhir
  6. Foto kopi buku rekening dengan transaksi minimal 3 bulan terakhir
  7. Foto kopi kartu kredit yang di bolak balik
  8. NPWP jika pinjaman bernilai minimal Rp 50 juta

Kredit tanpa agunan Bank BCA dapat menjadi alternatif pembiayaan yang akan mempermudah Anda memenuhi kebutuhan-kebutuhan Anda. Akan tetapi, sebelum Anda melakukan pengajuan sebaiknya Anda melakukan perencanaan yang matang agar jika pengajuan pinjaman Anda disetujui dana yang Anda dapatkan akan lebih bermanfaat.